Thursday, September 11, 2014

ANTOLOGI CERPEN www.nulisbuku.com "LOVE NEVER FAILS #3"

Cover Antologi Cerpen Love Never Fails
Cover Buku Antologi Cerpen Love Never Fails
Februari 2014 saya coba mengirim salah satu cerpen saya untuk ikut lomba menulis cerpen di nulisbuku.com tanpa bermimpi menjadi pemenang, karena tahu pesertanya pasti akan sangat banyak dan pasti banyak karya yang lebih baik dari tulisan saya.
Langsung saja dengan percaya diri saya kirim cerpen saya PAGAR AYU dengan tema yang telah ditentukan www.nulisbuku.com, LOVE NEVER FAILS. Kemudian saya twit sinopsisnya di @nulisbuku Nothing to loose, menang sykur, tidak menang juga tidak masalah. Tapi ada ketentuan kalau ada cerpen yang layak dibukukan tapi bukan pemenang, maka akan dibukukan di nulisbuku.com.
Benar saja, peserta membludak hingga 1.100 cerpen masuk di situ, "wah, banyak banget," pikirku dan ngambang begitu saja. Saya hanya menikmati proses ini, tidak mempedulikan hasil, menang atau kalah, hal biasa, saya tidak ambisi untuk jadi yang terbaik, tapi saya selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.
"Wow, cerpen saya masuk," bangga dan senang sekali, meski bukan pemenang, tapi teryata cerpen saya sudah layak diapresiasi dan dibukukan. Dalam buku antologi Love Never Fails, cerpen saya ada di buku #3. Dari seribuan peserta, saya masuk kategori yang bisa dibukukan. Alhamdulillah...Sebulan kemudian (Maret 2014), saya buka email, disitu ada email dari nulisbuku yang berisi pengumuman pemanang. Pemenang 1, 2 dan 3 tidak ada namaku. Memang tidak ambisi menang, saya sih tidak down. Biasa saja. Kemudian saya baca karya-karya yang layakdibukukan dan..
Tampilan Cover Love Never Fails #3

Allah tahu doa saya, saya ingin jadi penulis. Ini langkah saya ya Allah, wujudkan mimpi saya. Amiin.


Monday, September 1, 2014

DIBALIK CERPEN MAJALAH SERAMBI AL-MUAYYAD : BENING

BENING - SERAMBI SEP 2013


Setelah di Majalah Hadila, saya kembali mengirim cerpen untuk Majalah Serambi Al-Muayyad, sebuah majalah intern Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. Cerpen lama saya coba kirim melalui email. Cerpen dengan judul Bening saya tulis atas inspirasi dari kalimat yang diucapkan oleh seorang penulis Donatus .A Nugroho "Tapi, siapa yang berani mencemburui Tuhan?" Dan berdasarkan kisah nyata yang pernah terjadi. Dari gabungan kedua ide itu, maka jadilah cerpen ini.
Kalimat tersebut saya anggap unik dan tentu saja menggelitik untuk saya kembangkan menjadi sebuah cerpen. Lalu cerpen inipun mendapat sambutan yang bagus pada saat acara Bahas Karya di FLP Soloraya yang dibedah oleh Komunitas Sastra Sketsa Kata, karena openingnya cukup menghentak.
Saya yakin kalau cerpen ini akan dimuat di majalah ini. Dan keyakinan saya pun terbukti dengan iringan sebuah kalimah Alhamdulillahirobbil 'alamiin. Pesan yang ingin saya sampaikan di cerpen ini adalah pacaran bukanlah sebuah jalan, namun mencintai Tuhan adalah yang utama.

DIBALIK CERPEN HADILA : LEBARAN RERI (DONGENG)




LEBARAN RERI - HADILA SEP 2013

Setelah sekian lama serasa ada ruang kosong karena bertahun-tahun seakan lepas dari imajinasi menulis, tak disangka cerpen anak yang saya tulis atas inspirasi dari ibu yang berprofesi sebagai pemulung dan dua anaknya yang kecil serta dari istri dan anak saya.
Cerpen tersebut kemudian saya kirimkan ke Majalah Hadila pada bulan Agustus 2013 tanpa bermimpi untuk dimuat. Namun pada September 2013, salah seorang teman di tempat kerja yang berlangganan Majalah Hadila mendapatkan majalah tersebut, dan saya membacanya. Tak mengira ternyata Cerpen yang saya kirim tersebut dimuat.
Inilah babak baru saya kembali sebagai pemula dalam dunia kepenulisan. Masih dengan rasa bahagia karena ternyata tulisan saya kembali masuk dalam sebuah media massa. Alhamdulillah. Semoga cerpen tersebut dapat memberi inspirasi dan bermanfaat.

Wednesday, August 27, 2014

DIBALIK CERPEN SOLOPOS : EDAN

EDAN - SOLOPOS MINGGU PON 12 NOV 2006

Minggu, November 2006 sebuah SMS masuk ke handphone jadul saya pagi-pagi ketika saya baru bangun tidur. Nada yang berdering cukup mengagetkan saya yang masih bermalas-malasan di tempat tidur.
Ketika saya membaca pesan itu, dari teman saya di Forum Lingkar Pena Solo, Ranu Muda. Dia mengucapkan selamat karena cerpen saya yang berjudul "Edan" dimuat di Solopos. Saya masih belum mengerti, karena saya tidak mengirim cerpen dengan judul itu.
Kemudian ketika pikiran saya kembali dari tidurnya, baru saya ingat bahwa saya pernah mengirim cerpen ke Solopos dengan judul "Gila". Seperti beberapa bulan lalu ketika cerpen saya pertama kali dimuat, judulnya mengalami penyuntingan. Mungkin kali ini juga. Setelah membalas SMS tersebut, rasa bangga dan bahagia kembali menyeruak dari diri saya.
Segera saya mencari pinjaman motor ke tetangga, karena satu-satunya motor di rumah saya dipakai bapak. Setelah kesana-kemari akhirnya saya menemukan pinjaman motor dan mengendarainya ke lapak koran di depan pasar yang berjarak 10 KM itu untuk mendapatkan koran yang dimaksud. Karena waktu sudah mendekati siang, dan khawatir lapak sudah tutup atau korannya habis, saya kencangkan gas motor agar cepat sampai.
Bersyukur. Koran itu saya dapatkan dan dengan tersenyum sendiri membaca nama saya kembali ada di sebuah koran.
Belum juga rasa senang itu sirna setelah hampir satu bulan, sudah datang honor pemuatan itu sampai di tangan saya. Suka? pasti. Makanya saya kembali mencoba menulis lebih giat lagi.